Bismillahirahmanirrahim
Petang gemilang itu
Aku menyusuri sebuah lorong
Kiri kanan hutan belantara
Semak samun berjuntai ria
Mengingatkan aku hikayat berbingkai
Berteman kisah si langit biru
Di ruang angkasa
Ku terpandang sekawan burung
Lantas mindaku berkata
Aku ingin menjadi burung
Punya sayap berselendangkan pelangi
Bebas menari dan menyanyi ke sana ke mari
Tapi tiba-tiba sang helang menyambar
Dengan kukunya yang panjang
Lantas melahapnya tanpa belas
Aku terus meraung
Aku tidak mahu sepertinya lagi.
Aku terus berjalan
Tiba di suatu pohon beringin
Bercucu-bercicit burung pipit bersarang
Aku gembira. Aku berasa
Aku ingin seperti pohon
Punya serba-serbi belaka
Tiba-tiba datang seorang manusia
Membawa parang
Lantas mencantasnya dengan rakus
Tidak peduli rintihan si pohon
Aku terus menangis
Aku tidak mahu menjadi sepohon kayu.
Dengan membawa kesedihan
Aku meninggalkan tempat itu
Berjalan dan terus berjalan
Berlari dan terus berlari
Tetiba angin kedamaian mengusap badanku
Hingga aku terleka seketika
Ku pejamkan mata merasai satu kenikmatan
Aku berasa ingin melayang ke udara
Bersama berarak ke timur ke barat
Sesaat ku berasa aku telah menemui diriku
Ya, aku ingin menjadi sang pawana
Tapi belum sempat akalku menjangkau langit
Tiba-tiba aku bertembung dengan si beliung
Habis segala harta alam di musnahkannya
Aku terduduk kesenduan
Rupanya aku tersalah memilih lagi!
Saat aku hampir berputus-asa
Muncul suara gagah dari langit
Katanya: " kembalilah kepada-Nya!
Tak usah menjadi yang lain
Kerana dirimu sangat berharga
Jadilah dirimu sendiri,
Jadilah khalifah di dunia ini
Insan yang punya akal, hati dan nurani
Tak usah menjadi manusia
Yang ada akal tapi tak punya hati,
Juga tak usah menjadi mereka
Kelak dirimu pasti binasa."
Setibanya aku di rumah
Aku terus sujud syukur
Akhirnya ku temui
Siapa diriku
Di luar sana, di atas sajadah alam.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan